<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dhyla's caem Blog</title>
	<atom:link href="http://akudhyla.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akudhyla.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Oct 2008 08:16:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akudhyla.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dhyla's caem Blog</title>
		<link>http://akudhyla.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akudhyla.wordpress.com/osd.xml" title="Dhyla&#039;s caem Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akudhyla.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merebut Makna, Belajar Bahasa Kehidupan</title>
		<link>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/merebut-makna-belajar-bahasa-kehidupan/</link>
		<comments>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/merebut-makna-belajar-bahasa-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 08:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhyla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudhyla.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[DALAM bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria, tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul. Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan pergaulan dalam segala segi di masyarakat. Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=14&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> DALAM bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig  						Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria,  						tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup  						konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga  						perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul.  						Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan  						pergaulan dalam segala segi di masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan mengungkap  						pikiran, dengan bahasa pula kita mencipta dan menyudahi  						konflik. Karena bahasa, kita menyerahkan cinta dan  						dengannya pula kita mengumumkan perang. Singkatnya,  						bahasa adalah petunjuk kehidupan dan gambaran dunia kita.  						Padanya ditemukan analisis objektif kehidupan kita.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> DENGARKAN laporan dan berita di televisi, bising ujaran  						di kampus, dan saksikan kemampuan baca tulis di hampir  						semua lapisan. Kalimat yang tidak koheren, ejaan  						serampangan, pilihan kata yang bersalahan sampai ke  						kisah yang tidak berkembang dan mudah ditebak apalagi  						tidak imajinatif, ditemukan di banyak terbitan. Buku  						yang amat diminati, bahkan dipenuhi bahasa lisan.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Deskripsi-deskripsi serupa ini, &#8220;Seharian di rumah terus,  						keluar rumah kalo kuliah aja. Kalo nggak ada kuliah? Ya  						ngurung diri di kamar masing-masing. Kalo nggak belajar,  						ya tidur. Seringnya malah belajar sambil ketiduran. Aneh  						juga, ya? Nggak biasanya anak kos yang centil-centil itu  						nggak bertingkah. Biasanya, begitu denger ada sale di  						mal atau ada pagelaran konser musik oke, hebohnya sejak  						dua bulan sebelumnya.&#8221; bagaimanapun, menunjukkan bahwa  						ada yang salah dengan-pengguna-bahasa Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Tentu saja contoh itu tidak mungkin dipahami dengan cara  						pukul rata, apalagi dari satu segi saja. Sekilas contoh  						itu dapat diterima sebagai hasil pendidikan yang  						semrawut, dapat juga mewakili jiwa yang ingin bebas.  						Tampak ketidakpedulian, terasa pelecehan, dan keduanya  						memastikan bahwa bahasa Indonesia tidak dianggap penting  						juga tak berharga bagi pemiliknya. Tetapi, bila kita  						percaya pada bahasa sebagai buah pikiran, alat logika  						untuk meramu idiom demi penyampaian pikiran dan perasaan,  						cara berbahasa harus dikaitkan dengan kemampuan berpikir.  						Kecermatan dan kesantunan berbahasa dengan begitu,  						adalah cerminan nalar dan budaya seseorang.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Hal itu mengantar kita pada sekolah yang mendidik siswa  						mampu membaca dan menulis dalam pelajaran bahasa  						Indonesia. Apakah yang terjadi di sekolah? Apakah dengan  						semua upaya, dana, waktu, dan tenaga yang dicurahkan,  						kita hanya akan menuai kegagalan? Bagaimanakah caranya  						mengelola mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga  						menarik dan dapat berbekas pada siswa? Adakah jalan  						sehingga dengan belajar bahasa siswa menemukan minat dan  						dengan begitu dapat mengembangkan potensinya apalagi  						menemukan jati dirinya?</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Pertama, harus dipercaya, belajar bahasa yakni membaca,  						menulis, dan berbicara adalah bagian dari proses  						berpikir. Dengan bahasa, siswa dimampukan berpikir kalau  						boleh hingga ke tataran yang rumit karena tersedianya  						sebuah struktur untuk mengekspresikan dan mengenali  						hubungan antarkonsep dan dengan itu ia dapat  						berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pelajaran bahasa,  						siswa belajar tentang bagaimana berkomunikasi sambil  						mengenali cara berpikir yang sesuai budaya bahasa yang  						dipelajarinya. Karena itu, semua upaya di kelas  						dikerahkan untuk memampukan komunikasi dan menumbuhkan  						keterampilan berpikir kritis. Contoh keseharian tulisan  						membuktikan bahwa siswa tak biasa dan bisa berpikir.  						Bercakap dan berkomunikasi juga sulit bagi banyak orang.  						Hal yang sama tampak pula pada bacaan mereka.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Kedua, karena bahasa adalah pikiran dan perasaan yang  						lahir dari sebuah budaya dan dunia, maka siswa hanya  						akan terlibat dalam pelajaran bahasa kalau ia  						diperlakukan sebagai subyek, diizinkan masuk secara  						aktif dalam dunia yang sedang dibacanya, dan membuat  						bacaannya menjadi bagian dari dirinya. Inilah yang  						disebut Paulo Freire sebagai membaca dan menulis yang  						tumbuh dari gerakan dinamis &#8220;membaca dunia&#8221;, yaitu  						berbincang tentang pengalaman, berbicara bebas dan  						spontan, dan tidak memisahkan membaca dan menulis huruf  						dan kata dari membaca dan menulis kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Ketiga, dengan kerendahan hati guru perlu menyadari  						pentingnya peningkatan pengetahuan tentang siswa,  						mengenai bahasa yang diajarkan dan harus diyakini,  						apalagi perihal kehidupan sebagai sumber dan alasan  						pentingnya berbahasa dan menjadi manusia. Guru perlu  						sabar dan toleran menghadapi dan menerima siswa dan  						senantiasa tak sabaran untuk memberikan yang terbaik.  						Dengan menyadari kompleksitas perkembangan siswa, para  						penentu keberhasilan diharapkan mengasihi siswanya  						secara afirmatif, sekaligus dapat menerima dan  						mendorongnya berbuat lebih banyak, yang membuatnya makin  						bertanggung jawab atas tugasnya. Kualitas itu menguatkan  						guru untuk memotivasi siswa menginterpretasi bacaannya,  						merebut makna dan menulis ulang apa yang dibacanya, dan  						berubah karenanya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> SAYANG, Uji Coba Ujian Akhir Nasional Bahasa Indonesia  						SLTP 20 April 2003 lalu menunjukkan betapa pendidikan  						bahasa di Indonesia masih menganut konsep perbankan,  						karena ujian direkayasa melulu untuk memeriksa apa yang  						diterima siswa-yang dideposito para guru-apa yang mereka  						kunyah dan hafalkan. Soal pilihan ganda tentu  						meniscayakan pengetahuan tentang bahasa bukan  						keterampilan berbahasa.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Penyempitan makna, kalimat berobyek, kata ganti,  						keterangan kesalingan, hubungan pengandaian, makna  						akhiran, kalimat majemuk antara lain diujikan. Hal  						dilematis timbul saat siswa harus menentukan watak tokoh  						dalam karya sastra berdasarkan hanya satu alinea.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Sebuah karya terbitan tahun 30-an, tentang seorang tokoh  						berumur 27 tahun yang merisaukan jodohnya, sudah jelas  						jauh dari dunia anak SLTP. Dari ujian ini tampak  						kebutuhan siswa diabaikan, disangka berpikir alih-alih  						dibiarkan menebak, dan masih diperlukan cara melibatkan  						perasaan dan minat mereka.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Jadi, apakah yang dapat dilakukan, dan perubahan manakah  						yang diperlukan? Pusat pengajaran bahasa haruslah siswa,  						demi pemahaman, minat, dan kebutuhan mereka. Siswa penuh  						dengan bahasa dan amat gembira belajar. Kemampuan mereka  						mengonstruksi makna juga istimewa sehingga para pengajar  						bisa dengan mudah menjadi pembelajar ketika berhadapan  						dengan siswa. Karena yang utama dalam pelajaran bahasa  						adalah kebersatuan bacaan, tulisan, dan ujaran siswa  						dengan dunia yang hendak dikenalinya, maka guru perlu  						menjadi satu dengan siswa, punya kegirangan menjelajah  						mengenali kehidupan, ingin tahu dan suka berkelana.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Pengajaran bahasa dengan demikian adalah upaya  						melibatkan murid, yang tidak bisa diperlakukan melulu  						sebagai pelatihan teknis, tetapi harus menghubungkannya  						dengan perasaan, minat, dan kebutuhan mereka.  						Keberhasilannya tergantung dari partisipasi dalam dialog  						yang terencana.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> Untuk itu, dua jam pertama setiap hari di sekolah  						hendaknya dipersembahkan untuk bahasa, dan sepanjang  						hari upaya bernalar, mempertimbangkan rasa dengan  						mengedepankan keperluan siswa menjadi utama. Karena  						membaca dan menulis adalah cara untuk menemukan arah dan  						arti, keindahan dan keintiman hidup yang dapat mencipta  						dan membangun kehidupan siswa. Hanya dengan mengajar  						bahasa dengan benar kita membantu anak mendapatkan  						haknya sebagai anggota keluarga umat manusia.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudhyla.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudhyla.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=14&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/merebut-makna-belajar-bahasa-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a55765796e0b1a30c6eb5efd25ef77?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhyla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/8/</link>
		<comments>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 07:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhyla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudhyla.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Transformasi Wireline Access Posted by admin in Artikel on 08 27th, 2008 &#124; 6 responses Hari ini saya cukup tergelitik membaca sebuah tulisan di portal internal Telkom Sumatra dengan judul “Wireline : Perhatikanlah Daku !”. Sebuah judul tulisan yang dapat memancing rasa ingin tahu dari pembacanya tentang apakah sudah terabaikannya jaringan akses kabel (wireline) di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=8&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireline.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-7" title="wireline" src="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireline.jpg?w=268&#038;h=300" alt="" width="268" height="300" /></a></p>
<h3 class="post-title"><a title="Permanent Link to Transformasi Wireline Access" rel="bookmark" href="http://mawaluddin.info/2008/08/transformasi-wireline-access/">Transformasi Wireline Access</a></h3>
<div class="post-info">Posted by admin in  <a title="View all posts in Artikel" rel="category tag" href="http://mawaluddin.info/category/artikel/">Artikel</a> on  08 27th, 2008 |  6 responses</div>
<div class="post">
<p style="text-align:left;">Hari ini saya cukup tergelitik membaca sebuah tulisan di portal internal Telkom Sumatra dengan judul “Wireline : Perhatikanlah Daku !”. Sebuah judul tulisan yang dapat memancing rasa ingin tahu dari pembacanya tentang apakah sudah terabaikannya jaringan akses kabel (wireline) di dalam pengelolaan bisnis telkom saat ini ?. Ada nuansa pesimis dari judul tulisan tersebut dan ada perasaan sepertinya bisnis yang berbasis wireline access perlahan tapi pasti sepertinya akan terpinggirkan begitu saja setelah bertahun-tahun mengisi pundi-pundi revenue Telkom.</p>
<p>Padahal, saat selesainya peringatan HUT RI ke 63 di Kantor Pusat Telkom di Bandung tanggal 17 Agustus 2008 yang lalu, Direktur Utama PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, Rinaldi Firmansyah telah meluncurkan uji coba produk dan layanan Triple Play Services (voice, data dan video). Peluncuran produk dan layanan ini lebih disebabkan revenue dari layanan voice sudah terganggu oleh persaingan harga yang sangat ketat dari para kompetitor dan bahkan mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga penyelenggara telekomunikasi memerlukan cara-cara baru untuk menarik, mempertahankan pelanggan serta memperbaharui revenue-nya.</p>
<p>Salah satu yang mendukung menjadi menariknya layanan yang berbasis Triple Play Services ini adalah sekaligus diluncurkannya juga layanan IPTV (Internet Protocol Television). Keberadaan teknologi Internet Protocol Television atau IPTV diyakini bakal menggeser dan menjadi pesaing baru dalam bisnis televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV ini masih terbatas kalangan menengah atas.</p>
<p>Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT. Cisco Systems Indonesia Tony Seno Hartono, TV kabel berlangganan akan mendapat pesaing baru dari pengembangan teknologi berbasis internet yang bisa mengirimkan data berbentuk video. Terlebih lagi, teknologi itu memanfaatkan jaringan kebel telepon yang sudah banyak tersambung di rumah-rumah konsumen. Akibatnya, operator tidak perlu lagi membuat jaringan baru yang memakan biaya besar.<br />
<a href="http://mawaluddin.info/wp-content/uploads/2008/08/wireline2.jpg"><img class="size-medium wp-image-79 aligncenter" title="wireline2" src="http://mawaluddin.info/wp-content/uploads/2008/08/wireline2-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Sebab, melalui pengembangan teknologi yang kini digalakkan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, satu kabel bisa dimanfaatkan untuk berbagai layanan pengiriman data, termasuk suara dan video. ”Sehingga, bila sebuah rumah sudah dimasuki kabel berkemampuan IPTV, rumah itu tidak perlu lagi langgan TV kabel atau satelit. Bisa dibilang, ini ancaman baru bagi penyedia TV kabel atau satelit,” ujar Tony.</p>
<p>Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit, salah satunya kemampuan untuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah. Sebab, terdapat alat yang disebut set of box, yang berfungsi seperti decoder, sehingga melalui internet, tayangan itu dapat dinikmati dari jarak jauh.</p>
<p>Kelebihan lainnya, seperti dijelaskan Chief Technical Officer Alcatel di Indonesia Dirk Wolter, IPTV yang diluncurkan Alcatel menyediakan layanan komunikasi melalui televisis dan nonton bareng bersama sesama pelanggan IPTV. Alcatel juga menyediakan fasilitas kepda pelanggan untuk membuat tayangan televisi sendiri yang dapat dinikmati pelanggan lainnya.</p>
<p>Sayangnya, diakui Dirk, harga layanan IPTV yang ditawarkan kepada masyarakat di Bandung, maupun di kota-kota lain, masih terlalu tinggi, sehingga belum bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, segmen yang ditarget awal pelanggan IPTV ini masih pasar menengah atas, hotel-hotel, maupun penghuni apartemen.</p>
<p>Mengenai tarif, harga langgan yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan TV kabel satelit, berkisar Rp. 300.000,- per bulan, ditambah perlengkapan decoder yang harganya kurang dari Rp 1 Juta. Setiap kanal televisi hanya menggunakan sekitar 2-4 mega bite per second (Mbps) dengan kualitas gambar yang setara dengan tayangan TV yang saat ini sudah ada, bahkan tersedia tayangan dengan layanan multilingual.</p>
<p>”Di Indonesia, sebaiknya IPTV dikenalkan dengan flat tariff, sebab model pembayaran itu yang lebih disukai konsumen kita,” kata Tony.</p>
<p>Menurut Tony, sejumlah kota besar, termasuk Bandung, saat ini sudah bisa mengakses IPTV, melalui jaringan kabel telepon ataupun kabel listrik. Idealnya, jaringan itu membutuhkan kualitas kabel yang bagus, tetapi kebanyakan kabel yang sudah terpasang banyak  yang berkualitas rendah.</p>
<p>Dirk menambahkan, tahun 2009 nanti, akses IPTV sudah bisa mulai dinikmati di Bandung, meskipun belum semuanya wilayah terlayani dengan baik. ”Murah atau tidak harganya, serta kapan IPTV mulai bisa dinikmati masyarakat bergantung kemampuan operator menyediakan jaringan yang memadai,” kata Dirk.</p>
<p>————————————</p>
<p>IPTV dan VOD, saat ini menjadi layanan baru, yang di banyak negara diluncurkan oleh Telco’s (pemain tradisionil penyedia telekomunikasi di bidang telekomunikasi. Layanan ini mulai memasuki pasar dan berkompetisi dengan layanan TV standar yang dipancarkan melalui satelite, terestrial, dan kabel.</p>
<p>Besar lintasan data (bandwidth) jaringan broadband yang terus meningkat, makin canggihnya teknologi kompresi, dan arsitektur distribusi baru membuat penyediaan layanan IPTV/VOD secara teknik memungkinkan. Secara signifikan, pasar juga terus membutuhkan pasokan konten-konten digital yang lebih banyak.</p>
<p>Disinilah Telco’s dapat mulai mencari kemungkinan pertumbuhan baru, sebagai ganti dari sudah stagnannya pertumbuhan pendapatan dari layanan telpon tradisional. Secara bersamaan, Telco’s mendapatkan ancaman dari penyedia jasa berbasis kabel konvensional dan mulai masukknya perusahaan-perusahaan energi ke bisnis data melalui jaringan distribusi energinya (contoh: PLN yang mulai ikut bermain di bisnis internet).</p>
<p><strong>Komponen-komponennya IPTV/VoD</strong></p>
<p>Internet-Protocol Television (IPTV) adalah penyediaan layanan streaming tv secara langsung via jaringan IP berbandwitdh lebar. Layanan ini bersifat multicast, dari satu sumber untuk banyak pengakses secara bersamaan. Video on Demand (VoD) adalah penyediaan layanan video yang diminta secara khusus oleh pengakses. Secara umum ini adalah layanan video streaming unicast, yang dideliver ke satu pelanggan.</p>
<p>IPTV dan VoD keduanya masuk kategori layanan berkualitas siaran TV. Artinya pelanggan akan menikmati layanan sekualitas TV satelit dan kabel yang sekarang umum kita nikmati. Standar siaran TV ini saat ini hanya bisa dilayani oleh provider berbasis satelit dan kabel dalam group tertutup. Internet IPTV dan internet VoD yang merupakan implementasi awal dari kedua layanan diatas, kualitasnya belum layak disandingkan dengan kualitas siaran TV.</p>
<p><strong>Jenis-jenis Servis IPTV/VoD</strong></p>
<p>IPTV/VoD tidak hanya menyediakan jasa video, beberapa servisnya meliputi:</p>
<p>Servis TV, video yang dipancarkan dalam waktu yang terjadwal, persis layanan TV konvensional. Pengembangan servis ini, bisa dengan membuat kanal-kanal yang khusus, misalnya, khusus memasak, khusus olahraga dll. Service VoD, Video yang dihantarkan ke pelanggan sesuai pilihan mereka.</p>
<p>Personal Video Recorder (PVR), Alat perekam yang akan merekam siaran untuk diputar dilain waktu. Network Personal Video Recorder (NPVR), versi jaringan dari PVR, NPVR tidak mesti ditempatkan di rumah pelanggan. Electronic Program Guide (EPG), layanan yang memberikan info program-program eksisting dan program-program kedepan dari layanan.</p>
<p>Information Services, layanan bersifat informasi, berita, laporan cuaca dll. Interactive TV, TV Show, dimana pelanggan bisa interaktiv. Interactive Applications, permainan yang dapat dideliver dengan mode broadcast, namun memanfaatkan kelebihan sifat interaktifnya. Permainan dapat berupa singleplayer atau mulitplayer antar pelanggan. Broadband Applications, video conferencing, e-Learning, dan security monitoring.</p>
<p><strong>Keuntungan Implementasi IPTV </strong></p>
<p>Penyediaan jasa IPTV menggunakan IP network berimplikasi positif pada efisiensi penggunaan jaringan. Jaringan IP, trafiknya dapat diatur sedemikian rupa, sehingga beberapa jenis paket bundling bisa dilewatkankan di atasnya. Selain itu terdapat kelebihan yang secara signifikan membedakan dari TV konvensional adalah, dapat disediakannya layanan yang bersifat interaktif seperti misalnya Video on Demand, ketimbang siaran TV lama yang lebih bersifat broadcast satu arah saja.</p>
<p>Sebagaimana disampaikan di atas, dasar dari layanan IPTV adalah triple play, dimana data video, audio, dan data dipertukarkan didalam jaringan tempat layanan di deliver. Berikut adalah tahapan dari transformasi yang mesti dilakukan untuk mempersiapkan support arsitektur jaringan untuk layanan IPTV.</p>
<p><strong>Dari Teknologi ATM ke IP</strong></p>
<p>Backbone (jalur data) lokal dan link intrnasional memegang peranan penting dalam delivery layanan broadband khususnya IPTV, strategi yang dapat dilakukan pada sisi ini adalah :</p>
<p>Pertama, upgrade ATM DSLAM ke IP DSLAM, yang menghasilkan jaringan yang lebih scalable. Kedua, merubah pola koneksi yang komplek menjadi sederhana, misalnya dengan membuat Zero Configuration di sisi pelanggan. Ketiga, melakukan distribusi Node-Node broadband, misalnya BRAS, agar pelanggan akhir mendapatkan akses terdekat ke network provider. Keempat, memperbesar resource-resource network, membangun high speed backbone misalnya, agar tidak terjadi bottle neck di jaringan penyedia layanan.</p>
<p><strong>Penyiapan infrastruktur broadband</strong></p>
<p>Terdapat beberapa bagian terintegrasi yang memungkinkan terselenggaranya layanan IPTV:</p>
<p>Pertama, universal broadband access, bagian paling dekat ke sisi pelanggan ini menuntut update yang cepat dalah hal teknologi dan kemudahan delivery. Upgrade teknologi pendukung layanan. Kebanyakan layanan broadband saat ini di dukung tekonologi Lite DSL yang merupakan seri pertama dari teknologi broadband berbasis DSL (Digital Subscriber Line). Untuk ke depan, paling tidak teknologi pendukungnya harus dapat mensupport ADSL2+ dan VDSL, agar layanan-layanan audio-video, dapat di deliver ke pelanggan.</p>
<p>Kedua, data aware transport, bagian ini harus dibangun dengan perspektiv penjagaan kualitas terhadap data yang disalurkan. IPTV adalah layanan dengan konten yang berkualitas tinggi, pengurangan yang terjadi akan mempengaruhi kualitas layanan.</p>
<p>Ketiga, service aware edge, bagian ini bertanggung jawab terhadap delivery layanan sebagai sebuah servis yang mempunyai kualitas tertentu. Bagian inilah yang secara revolusioner merubah internet IPTV/VoD menjadi murni layanan IPTV dan VoD, karena kualitas servis dideliver di bagian ini.</p>
<p>Keempat, service network, bagian ini memastikan data-data yang merupakan bagian utama dari layanan dapat dihantarkan ke tempat-tempat/lokasi yang berada jauh dari NOC (Network Operation Centre, Kantor Pusat penyedia layanan) secara baik dan terjaga kualitasnya.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudhyla.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudhyla.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=8&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a55765796e0b1a30c6eb5efd25ef77?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhyla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireline.jpg?w=268" medium="image">
			<media:title type="html">wireline</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mawaluddin.info/wp-content/uploads/2008/08/wireline2-300x232.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wireline2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/4/</link>
		<comments>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 07:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhyla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akudhyla.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Wireless Network for Dummy 26 Februari, 2007 in Tak Berkategori Wireless Network for Dummy Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=4&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireless.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3" title="wireless" src="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireless.jpg?w=300&#038;h=245" alt="" width="300" height="245" /></a></p>
<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h3><span style="color:black;"><a title="Wireless Network for Dummy" href="http://artikle.wordpress.com/2007/02/26/wireless-network-for-dummy/"><span style="color:black;">Wireless Network for Dummy</span></a></span></h3>
<p class="metadata">26 Februari, 2007 in Tak Berkategori</p>
<p>Wireless Network for Dummy Jaringan tanpa kabel sebenarnya tidak sesulit sistem cable network bahkan lebih mudah. Sistem jaringan WIFI atau Wireless tidak memerlukan penghubung cable network antar computer. Bila jenis coax atau UTP cable memerlukan kabel sebagai media tranfer, dengan Wireless network hanya dibutuhkan ruang atau space dimana jarak jangkau network dibatasi kekuatan pancaran signal radio dari masing masing computer.</p>
<p class="art">Keuntungan dari sistem WIFI , pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100feet atau 30M radius. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Bahkan hardware terbaru, terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN.</p>
<p class="art">Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ada 2 cara menghubungkan antar PC dengan sistem Wireless yaitu Adhoc dimana 1 PC terhubung dengan 1 PC dengan saling terhubung berdasarkan nama SSID (Service Set IDentifier). SSID sendiri tidak lain nama sebuah computer yang memiliki card, USB atau perangkat wireless dan masing masing perangkat harus diberikan sebuah nama tersendiri sebagai identitas.</p>
<p class="art">Kedua jaringan paling umum dan lebih mudah saat ini dengan sistem Access point dengan bentuk PCI card atau sebuah unit hardware yang memiliki fungsi Access point untuk melakukan broadcast ke beberapa computer client pada jarak radius tertentu.</p>
<p class="art">DIbawah ini menjelaskan bagaimana cara sebuah computer dapat saling terhubung dengan network wireless</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cc33 none repeat scroll 0 0;padding:.75pt;"><strong><span style="color:white;">Infra Structure, Adhoc dan public   service Wireless Network</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="art"><strong>Sistem Adhoc</strong> adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB.</p>
<p class="art">Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal sistem central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer.</p>
<p class="art">Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier &#8211; cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.</p>
<p class="art">SSID adalah nama sebuah network card atau USB card atau PCI card atau Router Wireless. SSID hanyalah sebuah nama untuk memberikan tanda dimana nama sebuah perangkat berada. BSSID adalah nama lain dari SSID, SSID diberikan oleh pemakai misalnya “pcsaya” pada computer yang sedang digunakan dan computer lainnya dibuatkan nama “pckamu”. Sedangkan BSSID mengunakan basis MAC address. Jangan terlalu bingung dengan istilah baru tersebut. Bila sebuah koneksi wireless ingin saling berhubungan, keduanya harus mengunakan setup Adhoc. Bila disekitar ruangan terdapat perangkat Access Point, perlu diingatkan untuk mengubah <strong>band frekuensi</strong> agar tidak saling adu kuat signal yang memancar didalam suatu ruangan.</p>
<p class="ab" style="text-align:center;" align="center">Adhoc diagram- picture<a href="http://www.windowsnetworking.com/" target="_blank"> www.windowsnetworking.com</a></p>
<p class="art" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/plasma/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" border="0" alt="" width="168" height="160" /><!--[endif]--></p>
<p class="art"><strong>Sistem kedua yang paling umum adalah Infra Structure</strong>. Sistem Infra Structure membutuhkan sebuah perangkat khusus atau dapat difungsikan sebagai Access point melalui software bila mengunakan jenis Wireless Network dengan perangkat PCI card.</p>
<p class="art">Mirip seperti Hub Network yang menyatukan sebuah network tetapi didalam perangkat Access Point menandakan sebuah sebuah central network dengan memberikan signal (melakukan broadcast) radio untuk diterima oleh computer lain. Untuk mengambarkan koneksi pada Infra Structure dengan Access point minimal sebuah jaringan wireless network memiliki satu titik pada sebuah tempat dimana computer lain yang mencari menerima signal untuk masuknya kedalam network agar saling berhubungan. Sistem Access Point (AP) ini paling banyak digunakan karena setiap computer yang ingin terhubungan kedalam network dapat mendengar transmisi dari Access Point tersebut.</p>
<p class="art">Access Point inilah yang memberikan tanda apakah disuatu tempat memiliki jaringan WIFI dan secara terus menerus mentransmisikan namanya &#8211; Service Set IDentifier (SSID) dan dapat diterima oleh computer lain untuk dikenal. Bedanya dengan HUB network cable, HUB mengunakan cable tetapi tidak memiliki nama (SSID). Sedangkan Access point tidak mengunakan cable network tetapi harus memiliki sebuah nama yaitu nama untuk SSID.</p>
<p class="ab" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FR">InfraStructure diagram- picture</span><a href="http://www.windowsnetworking.com/" target="_blank"><span lang="FR"> www.windowsnetworking.com</span></a></p>
<p class="art" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/plasma/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" border="0" alt="" width="288" height="144" /><!--[endif]--></p>
<p class="art"><strong>Keuntungan pada sistem access point (AP mode):</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Untuk sistem AP dengan      melayani banyak PC tentu lebih mudah pengaturan dan computer client dapat      mengetahui bahwa disuatu ruang ada sebuah hardware atau computer yang      memancarkan signal Access Point untuk masuk kedalam sebuah network .</li>
<li class="MsoNormal">Keuntungan kedua bila      mengunakan hardware khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan 24      jam untuk melayani network. Banyak hardware Access point yang yang      dihubungkan ke sebuah hub atau sebuah jaringan LAN. Dan computer pemakai      Wifi dapat masuk kedalam sebuah jaringan network.</li>
<li class="MsoNormal">Dan sistem security pada      model AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah Hardware Access Point      memiliki beberapa fitur seperti melakukan block IP, membatasi pemakai pada      port dan lainnya.</li>
</ul>
<p class="art">Sebuah Access point baik berupa sebuah card WIFI yang ditancapkan pada slot computer atau jenis USB card dan lainnya dengan mengaktifkan fungsi Access point ataupun sebuah alat khusus Access point yang berdiri sendiri dengan antena dan adaptor power bisa difungsikan sebagai Bridge network, router (gateway).</p>
<p class="art">Sistem Access point juga diterapkan pada sebuah layanan service. Misalnya layanan network disebuah terminal airport atau layanan khusus yang dibuat sebuah service provider untuk internet umumnya mengunakan sistem Adhoc. Pada sistem layanan tersebut biasanya pemakai Wifi harus login sesuai ketentuan yang diperlukan dari penyelangara service tersebut.</p>
<p class="art">Contoh pada gambar dibawah ini. Setting tersebut digunakan oleh Windows dimana pemakai memilih apakah akan terkoneksi ke jaringan bebas misalnya layanan service internet dari sebuah service provider (ISP), atau untuk memasuki jaringan dari sebuah network atau melakukan hubungan dengan computer lain secara peer to peer.</p>
<p class="art" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/plasma/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" border="0" alt="" width="306" height="217" /><!--[endif]--></p>
<p class="art">Pemakai dapat memberikan sebuah nama untuk satu alata Access Point. Nama tersebut dikenal dengan Service Set IDentifier (SSID) atau nama sebuah network dan dipengaruhi oleh huruf besar kecil (case sensitive). Untuk batas memiliki panjang maksimum 32 karakter untuk sebuah nama SSID network. SSID nantinya akan dibawah sebagai nama dari gelombang frekuensi yang diterima oleh card WIFI lain agar dikenal keberadaannya oleh computer lain.</p>
<p class="art">BIla digambarkan secara sederhana, misalnya sebuah computer dalam kondisi Access Point mode atau sebuah hardware diberikan nama “pcgue”, maka bisa dibayangkan alat tersebut atau computer tersebut sedang berteriak dengan nama PCGUE , dan computer lain akan mengenal oh disana ada network WIFI dengan nama PCGUE sebagai nama SSID.</p>
<p class="art">
<p class="art">Untuk standard, dibawah ini adalah standard yang umum digunakan bagi indoor computer wireless network.</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cc33 none repeat scroll 0 0;padding:.75pt;"><strong><span style="color:white;">Standard 802.11a, 802.11b, 802.11g</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="art"><strong><span style="color:#ff9900;">802.11a</span></strong></p>
<p class="art">Standard 802.11a, adalah model awal yang dibuat untuk umum. Mengunakan kecepatan 54Mbps dan dapat mentranfer data double dari tipe g dengan kemampuan bandwidth 72Mbps atau 108Mbps. Sayangnya sistem ini tidak terlalu standard, karena masing masing vendor atau pabrikan memberikan standard tersendiri. 802.11a mengunakan frekuensi tinggi pada 5Ghz sebenarnya sangat baik untuk kemampuan tranfer data besar. Tetapi 802.11a memiliki kendala pada harga , komponen lebih mahal ketika perangkat ini dibuat untuk publik dan jaraknya dengan frekuensi 5GHz konon lebih sulit menembus ruang untuk kantor. Pemilihan 5Ghz cukup beralasan, karena membuat pancaran signal frekuensi 802.11a jauh dari gangguan seperti oven microwave atau cordless phone pada 2GHz, tetapi frekuensi tinggi juga memberikan dampak pada daya jangkau relatif lebih pendek</p>
<p class="art"><strong><span style="color:#ff9900;">802.11b</span></strong></p>
<p class="art">Sempat menjadi dominasi pemakaian tipe b. Standard 802.11b mengunakan frekuensi 2.4GHz. Standard ini sempat diterima oleh pemakai didunia dan masih bertahan sampai saat ini. Tetapi sistem b bekerja pada band yang cukup kacau, seperti gangguan pada Cordless dan frekuensi Microwave dapat saling menganggu bagi daya jangkaunya. Standard 802.11b hanya memiliki kemampuan tranmisi standard dengan 11Mbps atau rata rata 5MBbit/s yang dirasakan lambat, mendouble (turbo mode) kemampuan wireless selain lebih mahal tetapi tetap tidak mampu menandingi kemampuan tipe a dan g.</p>
<p class="art"><strong><span style="color:#ff9900;">802.11g</span></strong></p>
<p class="art">Standard yang cukup kompatibel dengan tipe 802.11b dan memiliki kombinasi kemampuan tipe a dan b. Mengunakan frekuensi 2.4GHz mampu mentransmisi 54Mbps bahkan dapat mencapai 108Mbps bila terdapat inisial G atau turbo. Untuk hardware pendukung, 802.11g paling banyak dibuat oleh vendor. Secara teoritis mampu mentranfer data kurang lebih 20Mbit/s atau 4 kali lebih baik dari tipe b dan sedikit lebih lambat dari tipe a.Karena mengunakan carrier seperti tipe b dengan 2.4Ghz, untuk menghadapi gangguan frekuensi maka ditempatkan sistem OFDM</p>
<p class="art">Secara teoritis perbandingan dapat dilihat pada tabel dibawah ini ( sumber homenethelp.com)</p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="background:#a09f83 none repeat scroll 0 0;width:71%;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="71%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#2cd330 none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal"><strong>Technology</strong></p>
</td>
<td style="background:#2cd330 none repeat scroll 0 0;width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal"><strong>Kecepatan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">Ethernet 10/100</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">100Mbs</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:lime none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">802.11b</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">11Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:lime none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">802.11a</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">52/72 Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">PhoneLine 2.0</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">10Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">Gigabit Ethernet</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">1000Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:lime none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">802.11g/turbo</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">22/54/108Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">Firewire</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">400Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:lime none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">Bluetooth</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">1.5Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background:lime none repeat scroll 0 0;width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">HomeRF 2.0</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">10Mbps</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:3pt;" width="30%">
<p class="MsoNormal">PowerLine</p>
</td>
<td style="width:25%;padding:3pt;" width="25%">
<p class="MsoNormal">14Mbps</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="art">
<p class="art">Karena sistem WIFI mengunakan transmisi frekuensi secara bebas, maka pancaran signal yang ditransmit pada unit WIFI dapat ditangkap oleh computer lain sesama pemakai Wifi. Tentu kita tidak seseorang masuk kedalam jaringan Network tanpa ijin. Pada teknologi WIFI ditambahkan juga sistem pengaman misalnya WEP (Wired Equivalent Privacy) untuk pengaman sehingga antar computer yang telah memiliki otorisasi dapat saling berbicara.</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cc33 none repeat scroll 0 0;padding:.75pt;"><strong><span style="color:white;">Non secure, WEP &amp; WPA</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="art">Pengamanan sistem Wireless Network dibagi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk pemakaian umum dibagi atas NonSecure dan Share Key (secure)</p>
<p class="art"><strong><span style="color:blue;">Non Secure / Open: </span></strong>Pertama no-security atau tanpa pengaman dimana computer yang memiliki WIFI dapat mendengar transmisi sebuah pancaran WIFI dan langsung masuk kedalam network.</p>
<p class="art"><strong><span style="color:blue;">Share Key</span></strong> : adalah alternatif untuk pemakaian kunci atau password. Untuk contoh, bila sebuah network mengunakan WEP</p>
<p class="art">Ketentuan Security WEP dibagi 2 yaitu 40/64-bit -10 Hex character (weak security) dan 104/128-bit &#8211; 26 Hex character (a bit better security). Mengunakan sistem WEP sangat mudah, setiap computer yang mentransmisi signal WIFI atas keberadaan sebuah network atau computer yang mengetahui adanya sebuah network dengan WIFI harus memiliki WEP yang sama. Caranya cukup mengaktifkan sistem WIFI pada option program Windows dengan Prefered Network yang sama.</p>
<p class="art">Misalnya sebuah computer memasang kunci security “abcde” atau urutan HEX , maka computer yang akan masuk kedalam jaringan harus memasukan huruf “abcde” atau tanda dalam format HEX untuk kunci yang sama.</p>
<p class="art">Sistem WEP biasanya diaktifkan bila sistem network dari WIFI memerlukan pengamanan dan tidak menghendaki sembarang computer masuk tanpa ijin. Dengan kata lain code dari WEP adalah kunci masuk computer pada sistem network yang memiliki pengaman. 1 karakter memiliki 8 bit dan 1 hex mengunakan 4 bit. 40/64 bit ascII untuk WEP diartikan 5 karakter atau 10 HEX (number karakter =rahas) sedangkan 128bit ascII diartikan 13 karakter atau 26 HEX (number karakter = contoh 0×3d4e872a / harus dimulai dengan 0 dan huruf kecil). Bila mengunakan kombinasi pada sistem Encrypt, beberapa hardware memiliki perbedaan pada kemampuan 64 bit dan 128 bit atau hanya memiliki sistem encrypt 64 bit saja</p>
<p class="art">Hal kecil yang sering terlupakan ketika mencoba mengkoneksi. Pemilihan <strong>band</strong> untuk Wireless network, untuk satu network gunakan band yang sama. Pemilihan Band frekuensi sebenarnya dapat dibuat secara otomatis oleh hardware tetapi ada baiknya mengenal dari fungsi Band dimana sebuah Wireless Network perlu mengunakan band yang sama. Bila anda mengunakan Wireless network dan ingin saling berhubungan, jangan lupa memilih band frekuensi yang sama sebelum pusing karena sebuah computer tidak dapat saling berhubungan karena lupa memilih band frekuensi.</p>
<p class="art">
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cc33 none repeat scroll 0 0;padding:.75pt;"><strong><span style="color:white;">Setup network</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="art">Apa saja yang perlu di Install pada koneksi Wireless untuk masing masing client. Pada gambar bawah adalah komponen yang digunakan untuk computer dapat saling berhubungan. Cara ini sangat mendasar dan sama penerapannya pada koneksi network dengan cable UTP. Seandainya saja computer anda tidak dapat saling berhubungan, coba periksa bagian dibawah ini. Dan gunakan Setup Network Wizard untuk menginstall system network dari Windows XP</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudhyla.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudhyla.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=4&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a55765796e0b1a30c6eb5efd25ef77?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhyla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://akudhyla.files.wordpress.com/2008/10/wireless.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wireless</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/hello-world/</link>
		<comments>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 07:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhyla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=1&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akudhyla.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akudhyla.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akudhyla.wordpress.com&amp;blog=5245722&amp;post=1&amp;subd=akudhyla&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akudhyla.wordpress.com/2008/10/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a55765796e0b1a30c6eb5efd25ef77?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhyla</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
